Header Ads

Takdir Tuhan dengan Keridhaannya Itu identik

“Takdir Tuhan dengan keridhaannya itu identik” 
(Kitab Jauhar Tauhid karya ) Ibrahim Al Bajuri
Apabila takdir ditarik dalam rumus matematika itu jadinya kayak hukum perkalian positif negatif :
  1. Positif kali positif adalah positif (+ x + = +)
  2. Positif kali negatif adalah negatif (+ x - = -)
  3. Negatif kali positif adalah negatif (- x + = -)
  4. Negatif kali negatif adalah positif (- x - = +)

Maksudnya :

Misalnya kita sedang ibadah, katakanlah shalat, itu dikehendaki oleh Tuhan dan juga diridhoi oleh-Nya. Inilah bahasa logika nomor satu. Ditakdirkan (+) dan diridhoi (+) menghasilkan ibadah (+).

Apabila kita sedang berdosa, misal korupsi, kolusi, atau nepotisme. Dosa itu benar ditakdirkan oleh Tuhan tapi tidak diridhoi oleh-Nya (innallah la yardha bi ‘ibadihil kufar), sesungguhnya Allah tidak meridhoi hamba-hamba-Nya untuk kufur. Ini sesuai dengan logika nomor dua. Ditakdirkan oleh-Nya (+) dan tidak diridhoi-Nya (-), maka hasilnya dosa adalah sesuatu yang negatif (-).

Untuk logika nomor tiga dan empat, kita harus menghayal dulu sebentar, sebab disini “sesuatu itu” tidak ditakdirkan. Untuk dan logika nomor tiga, tidak ditakdirkan (-) dan diridhai (+). Ini seperti imannya Karl Marx misalnya. Karl Marx tidak ditakdirkan (-) untuk iman, tapi diridhai (+) oleh Tuhan “kalau” saja dia mau beriman. Tapi kenyataannya, Marx tidak beriman, maka hasilnya negatif (-).

Yang nomor empat, tidak ditakdirkan (-) tidak diridhoi (-), ini misal seperti kufurnya Imam Ali bin Abi Thalib Kw. Imam Ali Kw tidak ditakdirkan (-) untuk kufur dan tidak diridhai (-) lagi untuk kufur, dan kenyataannya beliau beriman (+)

Manggut-manggut sambil merenung.

Akhirnya malah terpikir bahwa terkadang orang beribadah untuk bisa dapet tiket masuk surga. Barangkali ada yang salah, menurut saya. Beribadah itu untuk mendapatkan ridho Allah. Surga hanya balasan kecil. Kalau gini, kasihan juga sama mereka yang ingin masuk surga tapi kalau Allah nggak ridho, mana bisa masuk surga?? Cuma senyum nyinyir

sumber : http://almuchsinun.blogspot.co.id

No comments:

Powered by Blogger.