Header Ads


4 Benteng Wisata Sejarah di Ternate

Benteng Kalamata
terletak di sebelah selatan Kota Ternate. Perjalanan sepanjang 3 kilometer (km) untuk mencapai lokasi ini bisa kami tempuh hanya dalam waktu kurang dari lima belas menit saja menggunakan kendaraan darat.
kondisi Benteng Kalamata masih jauh lebih baik. Kesan bersih dan terjaga terlihat di dalam  bangunan yang didirikan pada tahun 1540 ini. Lokasinya berada persis di pinggir laut. Hingga dari benteng ini kita bisa melihat keanggunan  Gunung Maitara dan Tidore yang menjulang di tengah laut.
Benteng Kalamata atau yang sering disebut juga Benteng Santa Lucia ini dibangun oleh Bangsa Portugis pada tahun 1540. Pada tahun 1609, salah satu Gubernur Jenderal Hindia Belanda, Pieter Both, memugarnya. Benteng Kalamata pernah juga diduduki oleh Bangsa Spanyol setelah dikosongkan oleh Geen Huigen Schapen pada tahun 1625. Tahun 1779, benteng ini kembali dipugar oleh Mayor Von Lutnow. Sekarang yang  kita lihat dari benteng ini adalah bentuk arsitektur modern hasil pemugaran yang sudah tidak lagi menampakan keasliannya. Nama Kalamata sendiri konon berasal dari nama salah seorang Pangeran Ternate yang meninggal dunia di Makassar pada tahun 1779. Benteng Tolukko
terletak di sebelah utara Kota Ternate. Benteng Tolucco  atau banyak orang yang menyebutnya Tolukko merupakan salah satu peninggalan portugis yang ada di Kota Ternate Provinsi Maluku Utara yang hingga kini masih berdiri. Dari atas  benteng bisa melihat pemandangan laut dengan latar belakang pulau halmahera, tidore dan maitara.
Benteng ini berdiri diatas bukit batuan beku terletak pada 620 cm dpl,  letaknya agak menjorok kelaut, jika memperhatika model dan denah yang ada kemungkinan benteng ini dibangun disesuaikan dengan kondisi bentuk bukit yang ada. Keunikan dari benteng  ini cendrung memiliki 2 bastion di depan dan 1 dibelakang dan ini menjadi ciri khas Benteng Portugis.

Benteng Hollandia sebutan lain dari benteng ini merupakan  salah satu tempat kunjungan wisata sejarah yang ada di Pulau Ternate, dibangun oleh Bangsa Portugis 1540 yang saat itu menduduki Ternate dan juga sebagai pertahanannya dalam menguasai perdagangan dan keberadaan cengkeh dan rempah - rempah di pulau ini. Meski dibangun oleh Portugis, sempat  diambil alih oleh Belanda pada 1610. Saat itu, Belanda sudah menjadi bangsa yang mendominasi wilayah Maluku, termasuk Ternate.
Tahun 1996 pernah dipugar kembali sampai saat ini benteng masih terlihat kokoh dan terawat meski sudah berusia ratusan tahun.

Benteng Oranye
Terletak di jantung kota Ternate. Dalam sejarahnya, Benteng Oranye merupakan peninggalan Bangsa  Portugis yang kemudian dibangun kembali oleh Pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1607 oleh Cornelis Matclief de Jonge dan baru diberikan nama oleh Francois Witlentt Path pada tahun 1609.

Sebagai sebuah kawasan tujuan wisata, saat ini tempat ini sedang dibenahi  Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate, Maluku Utara (Malut), untuk dilakukan penataan kawasan Benteng Oranje.

Benteng Kastela (Nostra Senora Del Rosario)
 Benteng Kastela (Nostra Senora Del Rosario) yang terletak di Desa Kastela. Awal pembangunan benteng tersebut dilaksanakan oleh Antonio De Brito, Bangsawan Portugis,  yang dilanjutkan oleh Garcia Henriquez pada tahun 1525, kemudian dilanjutkan  oleh Gonzalo Priera pada tahun 1530 dan diselesaikan pada masa pemerintahan George De Castra di tahun 1540.

Kondisi fisiknya benar-benar memprihatinkan. Semak belukar tumbuh dimana-mana. Bentuk utuh dari bangunan ini pun tak terlihat lagi. Bisa dikatakan hanya menyisakan keruntuhannya saja. Padahal benteng in menyimpan sepenggal kisah yang  tak bisa dilupakan oleh masyarakat Ternate. Yaitu ketika terjadi pembunuhan terhadap salah satu pemimpin mereka yang paling berpengaruh, Sultan Khairun, pada 27 Februari 1570 atas perintah Antonio Primental. Karena tragedi tersebut, perlawanan masyarakat Ternate mengusir penjajahan pun mulai bangkit. Dibawah kepemimpinan Sultan Baabulah, Putera Sultan Khairun, mereka berhasil mengusir Bangsa Portugis dari bumi Ternate pada tahun 1574.

Sampai dengan tahun 1663, benteng ini pernah diduduki oleh Bangsa Spanyol sebelum akhirnya diambil alih oleh  pasukan VOC mulai tahun 1664 hingga keruntuhannya.

No comments:

Powered by Blogger.