Header Ads

Apa Sih Zat Katinon (Cathinone) ?

Katinon (Cathinone) sempat ramai dibicarakan, setelah penggerebekan di rumah seorang artis di daerah Jakarta Selatan dan terindikasi beberapa dari mereka telah mengonsumsi derivat dari cathinone, yakni 3,4-methylenedioxy-N-methylcathinone. Zat sintetis yang disebutkan itu juga dikenal sebagai methylone dan ditemukan saat penggerebekan dalam bentuk pil MDMA.
Menurut pengajar di Bagian Psikiatri Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia/RS Cipto Mangunkusumo, ”Cathinone merupakan zat stimulan untuk sistem saraf pusat yang banyak digunakan sebagai club drug atau party drug,” dan zat ini bisa membuat orang senang menjadi lebih senang, meningkatkan tekanan darah,
kewaspadaan, serta gairah seksual namun, hal itu bisa diikuti dengan depresi, mudah terganggu, anoreksia, dan ganguan kesulitan tidur.

Asal Zat Katinon (Cathinone)

Zat yang konfigurasi kimia dan efeknya mirip dengan amfetamin ini, di alam terkandung dalam khat (Catha edulis Forsk) sejenis  tumbuhan semak yang banyak terdapat di Afrika timur dan tengah serta sebagian Jazirah Arabia. Daun khat sudah dikenal sejak dulu dan dikonsumsi dengan cara dikunyah, dibuat jus, atau diseduh seperti teh oleh penduduk di wilayah itu.

Adapun cathinone yang sintetis, seperti yang disebut disitus European Monitoring Centre for Drugs and Drug Addiction (EMCDDA), berbentuk serbuk kristal putih atau kecoklatan, kadang-kadang dikemas dalam kapsul dan banyak juga ditemui dalam bentuk tablet seperti ekstasi. Menurut Psikiater Danardi Sosrosumihardjo menyatakan, zat yang dari sintetis bukan diekstrak dari daun khat, melainkan disusun dari zat-zat prekursor. Jika yang alami merupakan stimulan potensi rendah, bahkan lebih ringan dari alkohol dan tembakau, tidak demikian dengan zat sintetisnya. ”Tujuan pembuatan sintetis dari cathinone adalah memperkuat efek serta menghindari aturan hukum,” ujar Danardi.


(berbagai sumber)


* Tolak Semua Narkoba [ Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif  [ Napza ] ]


>

2 comments:

Powered by Blogger.