Header Ads

Film "Kita versus Korupsi", Edukasi Tentang Risiko Korupsi

Dalam rangka mengedukasi masyarakat tentang  risiko korupsi  sekaligus  sebagai upaya menanamkan nilai- nilai integritas, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bekerja sama dengan Transparency International Indonesia (TII) dan USAID meluncurkan film “Kita versus Korupsi”. Peluncuran film dilaksanakan di gedung Djakarta Theater, Jakarta, Kamis (26/1).


Melalui film ini, KPK ingin menginisiasi dukungan masyarakat terhadap upaya pencegahan korupsi melalui medium film. “Kami yakin film dapat menjadi medium kampanye antikorupsi yang kreatif karena lebih menarik dan pesannya lebih mudah dicerna publik,” ucap Ketua KPK Abraham Samad. 

Film “Kita versus Korupsi” yang terdiri atas rangkaian empat film pendek karya para sineas muda yang dirangkai dalam satu benang merah ini sarat nilai-nilai integritas yang ditanamkan dalam keluarga. Keempatnya adalah “Rumah Perkara” karya Emil Heradi, “Selamat Siang Risa!” Karya Ine Febriyanti, “Psssttt... Jangan Bilang Siapa-Siapa” karya Chairun Nissa, serta “Aku Padamu” karya Lasja F. Susatyo.

Proses pembuatan film melibatkan publik secara intensif, dimulai dari lomba ide cerita pada  September 2011, yang dilanjutkan dengan kegiatan workshop pengembangan cerita (skenario) hingga rangkaian diskusi dengan banyak tokoh media, aktivis media sosial, jurnalis, termasuk pimpinan KPK dalam rangka menggali dan mengembangkan ide.

Proses pembuatan film ini tidak terlepas dari dukungan masyarakat, khususnya para sineas film muda sutradara, aktor, scriptwriter dan kru, yang tergerak untuk turut andil dalam upaya pencegahan korupsi melalui sebuah film. “Kami berharap film ini tidak hanya menjadi sebuah tontonan, tetapi sekaligus menjadi tuntunan serta mampu  menginspirasi setiap penontonnya untuk melakukan refleksi terhadap dirinya masing-masing mengenai nilai-nilai integritas,” tegas Abraham.

Film “Kita versus Korupsi” bukan film komersial dan akan diputar bukan untuk maksud komersial.  Pemutaran film akan dilakukan melalui kegiatan roadshow di kota-kota besar di Indonesia yang dikemas dalam kegiatan bedah atau diskusi film. Masyarakat juga bisa menginisiasi pemutaran film ini dengan menghubungi pihak KPK ataupun TII di :

Hubungan Masyarakat Komisi Pemberantasan Korupsi
Jl. HR. Rasuna Said Kav C-1
Jakarta Selatan
(021) 2557-8300
www.kpk.go.id | Twitter : @KPK_RI


Film propaganda antikorupsi, Kita VS Korupsi, diluncurkan Komisi Pemberantasan Korupsi, film dianggap sebagai cara kreatif untuk menanamkan nilai-nilai antikorupsi pada masyarakat.

Penggalan Dialog dalam film : 

”Mungkin saya bodoh. Mungkin juga saya salah. Tapi, kebodohan dan kesalahan saya itu tidak akan saya sesali sampai mati….”

Kata-kata itu keluar dari mulut Woko saat hendak menolak uang sogokan. Woko adalah pegawai rendahan dengan kondisi ekonomi pas-pasan. Untuk menghidupi keluarga, ia harus menggadaikan radio transistor yang menjadi satu-satunya hiburan keluarganya.

Ketika seorang tauke menyuap Woko dengan setumpuk uang, istri Woko yang berada di balik kamar tengah menggendong erat bayinya yang sedang sakit. Ia perlu uang untuk menebus obat. Ia menyimak pembicaraan bos dan suami. Wajahnya cemas, bukan semata karena kondisi si buyung, melainkan menunggu keputusan Woko untuk menerima atau tidak uang sogokan tersebut. Woko memilih jujur pada hati nurani dan sang istri pun lega.

Di kemudian hari anak balita keluarga jujur itu tumbuh menjadi gadis dewasa yang bekerja di sebuah perusahaan. Ia menghadapi situasi serupa: disodori amplop. Dan dengan teguh ia berkata tidak.

Itu adegan cerita ”Selamat Siang Risa” yang merupakan bagian dari film Kita VS Korupsi. Tora Sudiro dengan meyakinkan memerankan Woko. Sosoknya yang sering terkesan selengean dalam beberapa film komedi itu, dalam film ini tampil serius sebagai lelaki teguh yang berpihak pada kejujuran.

Search Film : 

             * Daftar 10 Film Paling Romantis dalam dekade ini
             * Tokoh Tokoh Utama dalam film Harry Potter
             * Sinopsis Memoirs of Geisha
             * Gadis - gadis pendamping dalam film James Bond 007

No comments:

Powered by Blogger.